Rechercher dans ce blog

Monday, June 26, 2023

Ini Menu Makanan Cegah Stunting Menurut Pakar Gizi Mudah dan Gampang Didapat | merdeka.com - Merdeka.com

Selasa, 27 Juni 2023 04:30 Reporter : Merdeka
Ini Menu Makanan Cegah Stunting Menurut Pakar Gizi, Mudah dan Gampang Didapat Tak Hanya Dialami Keluarga Kurang Mampu, Stunting Juga Bisa Dialami Keluarga Mampu. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Angka anak stunting di Indonesia berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia Tahun 2022 mencapai 21,6% setelah mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 24,4%.

Ahli gizi Avliya Quratul Marjan menuturkan, anak stunting di Indonesia banyak ditemukan pada daerah yang susah terhadap pelayanan kesehatan dan berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah.

taboola mid article

"Salah satu yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting pada keluarga dengan ekonomi rendah adalah dengan meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi atau balita dan pemanfaatan pangan lokal kaya zat gizi, membiasakan konsumsi protein setiap kali makan yang didapatkan dari hewan peliharaan seperti ikan, ayam, dan lain-lain," kata Avliya, Senin (26/6).

2 dari 5 halaman

Orangtua Harus Paham Mengenai Stunting

Tak hanya itu, orangtua juga harus memiliki kesadaran dan pengetahuan terkait pentingnya menjaga gizi anak sejak dalam kandungan bahkan sejak remaja sebelum menjadi ibu hamil.

Di sisi lain, pemerintah juga memiliki peranan penting dalam upaya menekan angka stunting.

"Pemerataan dukungan dan bantuan pemerintah juga sudah dilakukan dengan pemberian PMT (pemberian makan tambahan) untuk meningkatkan status gizi anak dan suplementasi zat gizi mikro tertentu," ujar dia.

Namun, Avliya menuturkan, stunting tidak hanya dipengaruhi faktor makanan, melainkan juga dipengaruhi faktor komunitas dan lingkungan, rumah tangga, dan faktor anak itu sendiri.

"Faktor komunitas terdiri dari sosial budaya, pendidikan, kesehatan dan layanan kesehatan, hygiene sanitasi lingkungan, ketersediaan system pertanian dan pangan, politik dan ekonomi, pendidikan. Pada tingkat rumah tangga dan individu anak terdiri dari faktor ibu, pola asuh, keamanan pangan dan air minum, pemberian makan anak, pemberian ASI eksklusif dan penyakit infeksi," kata Avliya.

3 dari 5 halaman

Cara Mengejar Pertumbuhan Anak Jika Mengalami Stunting

Avliya mengungkapkan, jika anak terlanjur mengalami stunting maka masih dapat dikejar pertumbuhannya atau lebih dikenal catch up growth (kejar tumbuh). Kejar tumbuh terjadi jika seorang anak diberikan intervensi gizi baik secara spesifik (langsung pada anak tersebut) dan sensitive (keluarga dan lingkungan).

Intervensi yang diberikan dapat berupa intervensi dalam pemberian makan, stimulasi psikososial dan pola asuh yang tepat agar dapat mengejar ketertinggalan dalam pertumbuhan Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U). Penjelasan tersebut berdasar pada penelitian data yang diamati selama 17-19 tahun.

"Anak stunting yang berhasil kejar tumbuh memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi bila dibandingkan anak stunting yang tidak kejar tumbuh," kata dia.

4 dari 5 halaman

Peran Orangtua dan Lingkungan

Kemudian, Avliya mengatakan penanganan maupun pencegahan stunting dan kejar tumbuh melibatkan peran ayah dan ibu.

Selain itu, dukungan tempat tinggal keluarga menjadi penting karena tempat tinggal yang tidak layak akan berisiko meningkatkan terjadinya penyakit infeksi seperti diare, ISPA dan lainnya yang akan berdampak pada penurunan status gizi dan tidak tertanganinya stunting pada anak.

"Peran keluarga besar melibatkan kakek dan nenek serta keluarga besar juga sangat penting diberikan terutama terkait pola asuh dalam penanganan stunting," ujar dia.

Avliya mengatakan, penanganan stunting Indonesia sudah sangat komprehensif dengan melibatkan pihak multisektor mulai dari akademisi, kementerian dan lembaga, dunia usaha, organisasi masyarakat hingga media.

5 dari 5 halaman

Stunting Jadi Isu Prioritas Komisi IX

Senada dengan apa yang diungkapkan Avliya, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo mengatakan, saat ini isu stunting menjadi prioritas pembahasan antara Komisi IX dan Pemerintah sehingga strategi, pengendalian, dan berbagai tahapan untuk mengurangi stunting pun sedang digodok oleh pihaknya.

"Saya kira dengan dijadikan prioritas program pembahasan antara komisi ix dengan pemerintah tapi juga bagaimana agar komisi ix memastikan program yang sudah djbuat disusun dari tahap awal penyelesaian itu komisi ix menjadi concern dan selalu memonitor," ungkap Rahmad ketika dihubungi merdeka.com, Senin (26/6).

Rahmad menuturkan, Komisi IX bersama pemerintah melakukan dua langkah konkrit untuk menekan angka stunting di Indonesia. Langkah pertama yakni memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dala. 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak.

"Gizi tidak harus mahal tapi harus berimbang. Ibu hamil tahu bagaimana mengarahkan anak sampai menjelang umur 2 tahun atau 1000 hari pertama itu bener-benar kita kawal sehingga makanan yang cukup, berimbang, bergizi," katanya.

Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan sosialisasi terkait bahayanya perkawinan dini yang dapar berkontribusi membuat anak stunting. Pemerintah juga melakukan sosialisasi kepada para ibu hamil tentang risiko anak stunting.

"Sehingga ketika tahu pemahaman resiko stunting itu sudah memasuki jiwa masyarakat kita, sehingga masyarakat care, bergotong royong untuk menghindarkan anaknya stunting," sambung Rahmad.

Langkah kedua yaitu secara kuratif yang dilakukan setelah anak mengalami stunting.

"Jika sudah terjadi stunting pada anak-anak kita ya segeralah harus diedukasi, harus kita rawat. Pemerintah memberikan bantuan asupan gizi tambahan dari pemerintah daerah dan pusat," kata dia

Reporter Magang: Alya Fathinah

[gil]

Baca juga:
Menko PMK Jadi Bapak Asuh 5 Anak Stunting di Kabupaten Lampung Utara
Sido Muncul Beri Bantuan Pemberantasan Stunting Rp135,5 juta ke 13 Anak
Sadar Gizi Jadi Kunci Pencegahan Stunting
Jokowi Jengkel Anggaran Stunting Miliaran Habis Buat Perjalanan Dinas: Absurd!
Jokowi Temukan Dana Pengentasan Stunting Rp10 M Banyak Dipakai untuk Perjalanan Dinas
Perbedaan Gizi Buruk dan Malnutrisi, Bisa Terlihat dari Kondisi Badannya

Adblock test (Why?)


Ini Menu Makanan Cegah Stunting Menurut Pakar Gizi, Mudah dan Gampang Didapat | merdeka.com - Merdeka.com
Read More

Resep Gulai Kambing dan Cara Membuatnya Menu Pelengkap Idul Adha - Tribun Medan

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Resep gulai kambing ini bisa menjadi menu pelengkap untuk merayakan momen Idul Adha. 

Memiliki rasa yang kaya akan rempah dijamin membuat keluarga doyan untuk menyantapnya. 

Tunggu apalagi yuk, hadirkan resep gulai kambing untuk merayakan Idul Adha nanti. 

Bahan-bahan

Bahan

  • 500 g daging kambing, potong dadu 3 cm
  • 2 batang serai, memarkan
  • 8 lembar daun jeruk
  • 2 sdm air asam jawa
  • 5 sdm Bango Kecap Manis
  • 20 liter santan encer
  • 6 sdm minyak goreng

Bumbu halus

  • 2 sdt garam
  • 2 sdt merica putih bubuk
  • 10 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 7 buah cabai hijau
  • 6 buah cabai merah
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 1/2 sdt jintan
  • 2 buah pekak
  • 3 cm jahe
  • 3 butir cengkih
  • 3 cm kayu manis
  • 1 butir kapulaga
  • 2 cm kunyit

Langkah Pembuatan

  1. Panaskan minyak di dalam panci. Tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk sampai harum.

  2. Masukkan air asam dan daging kambing, aduk rata. Masak sampai berubah warna.

  3. Tambahkan Bango Kecap Manis dan santan. Masak sampai matang dan daging empuk sambil sesekali diaduk. Angkat.

  4. Sajikan hangat ditemani roti jala atau ketupat.

    (cr30/tribun-medan.com)

Adblock test (Why?)


Resep Gulai Kambing dan Cara Membuatnya, Menu Pelengkap Idul Adha - Tribun Medan
Read More

McDonald's Luncurkan Menu Baru Bercita Rasa Jepang - radartegal.disway.id - Radar Tegal

[unable to retrieve full-text content]

McDonald's Luncurkan Menu Baru Bercita Rasa Jepang - radartegal.disway.id  Radar Tegal
McDonald's Luncurkan Menu Baru Bercita Rasa Jepang - radartegal.disway.id - Radar Tegal
Read More

Rekomendasi Menu Lebaran Tongseng Tongkol Disajikan Hari Raya Idul Adha Hingga Cara Pembuatannya - Tribunnews Sultra

TRIBUNNEWSSULTRA.COM- Berikut ini rekomendasi resep menu lebaran tongseng tongkol disajikan Hari Raya Idul Adha 2023.

Seperti diketahui, sajian khas menu lebaran tentunya bisa dipersiapkan untuk menyambut Hari Raya Idul Adha.

Terlebih momen lebaran dalam Islam ini akan dirayakan dalam beberapa waktu lagi.

Pada momen lebaran Idul Adha ini, umat Muslim identik dengan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba.

Khususnya untuk menu tongseng ini biasanya digunakan memakai daging ayam, atau sapi namun bisa diolah dengan ikan tongkol.

Tongseng adalah sejenis hidangan gulai daging berkuah dengan bumbu yang lebih kuat.

Tongseng pada umumnya menggunakan daging kambing, meskipun ada pula tongseng daging sapi, daging domba, atau daging kerbau.

Baca juga: Resep Masakan Khas Idul Adha: Tongseng Kikil Sapi, Sate Kambing Kecap Pedas, dan Dendeng Daging

Sebagai tambahan, ke dalam kuah kental ini dimasukkan sayuran seperti kol, bawang putih, tomat, dan kecap manis.

Bumbunya merupakan oseng-oseng atau tumisan yang terdiri dari campuran garam, bawang putih, kecap, dan lada.

Biasanya tongseng dijual bersamaan dengan sate kambing.

Tongseng dianggap sebagai makanan khas daerah Solo, Klaten, Yogyakarta, Magelang dan sekitarnya.

Akan tetapi, ada yang berpendapat bahwa tongseng berasal dari daerah Klego di Boyolali, Jawa Tengah.

Dilansir Tribunnews.com, tongseng tongkol ini dapat dimasak menggunakan bumbu, seperti cabai hingga ikan tongkol dan lengkuas.

Resep Tongseng Tongkol ini dapat dipraktikkan di rumah, 8 porsi dalam waktu 45 menit.

Adblock test (Why?)


Rekomendasi Menu Lebaran Tongseng Tongkol Disajikan Hari Raya Idul Adha Hingga Cara Pembuatannya - Tribunnews Sultra
Read More

Mengulik Menu Signature Menggugah Selera - Kompas TV

SEMARANG, KOMPAS.TV - Setiap hotel tentunya memiliki hidangan yang bisa ditonjolkan. Selain menjadi menu tetap, hidangan tersebut juga bisa menjadi ciri khas dari sebuah hotel.

Salah satunya adalah Kotta Hotel Semarang yang memiliki menu signature yang sangat menggugah selera, seperti nasi goreng kecombrang, dengan cita rasa rempah-rempah yang gurih dipadukan dengan bunga kecombrang. Aroma bunga kecombrang yang wangi mampu menambah selera makan.

Selain nasi goreng kecombrang, ada menu jagung bakar 2.0, yang juga menjadi menu signature Kotta Hotel Semarang. Hidangan ini memiliki rasa yang sangat unik.

Meskipun namanya jagung bakar, namun proses mengolah jagung ini ternyata direbus terlebih dahulu kemudian digoreng.  Selanjutnya, jagung yang sudah dipotong-potong menjadi delapan bagian ini ditambahkan saus kental yang terbuat dari bahan-bahan sederhana, seperti cabe kering, butter, bawang putih goreng, dan bawang merah goreng.

“Nasi goreng kecombrang itu nanti di setiap hotel Kotta itu ada menu tersebut. Sama yang kedua adalah jagung bakar 2.0, itu yang membedakan dengan jagung bakar di tempat lain adalah kita lebih klinis sama untuk bentuknya juga unik,” ujar Hari Susilo, Head Chef Kotta Hotel Semarang.

Tak hanya memiliki menu yang menggoda selera, Kotta Hotel Semarang ternyata juga turut menggerakkan ekonomi masyarakat dengan berbelanja semua bahan-bahan dapur yang berkualitas di pasar tradisional.

“Yang mendasari pastinya kita mau satu, ngangkat lokalnya dari kecombrang itu, terus yang kedua kalau dari jagung bakarnya itu memang yang kita rasa di Semarang belum banyak, ya kalau yang kita launching awal dulu malah kayaknya belum ada yang dengan konsep jagung bakarnya kita,” ungkap Bayu Cahyo, bagian Marketing Communication.

“Untuk bahan-bahannya kita memang mengambil dari lokal, terutama untuk pasar tradisional terdekat dari Kotta hotel juga, jadi kita juga memberdayakan pasar-pasar sekitar dan orang-orang sekitar,” lanjutnya.

Tak hanya pengunjung hotel yang menginap saja yang bisa menyantap menu signature Kotta Hotel Semarang, namun pengunjung yang tidak menginap dan sengaja datang ke hotel juga bisa menyantap hidangan yang disediakan di restoran hotel.

Adblock test (Why?)


Mengulik Menu Signature Menggugah Selera - Kompas TV
Read More

Koki Qatar memasak menu khas Batak Toba - Foto ANTARA News - ANTARA

Koki asal Qatar Hassan Al Ibrahim (tengah) bersama Ketua Komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) Santhi Serad (kiri) dan Top tiga MasterChef Indonesia Musim ke sembilan Arsyan Dwianto (kanan) memasak ikan arsik khas Batak Toba pada saat Culinary Journey Qatar-Indonesia 2023 Year of Culture di Medan, Sumatera Utara, Senin (26/6/2023). Kegiatan memasak tersebut bertujuan untuk saling memperkenalkan cara mengolah makanan khas daerah masing-masing dan memperdalam pemahaman antarbangsa lewat makanan. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/foc.

Adblock test (Why?)


Koki Qatar memasak menu khas Batak Toba - Foto ANTARA News - ANTARA
Read More

7 Menu Sarapan Ini Bisa Kempiskan Perut Buncit - detikSumut

Medan - Ternyata menu sarapan yang tepat bisa membantu menghilangkan perut buncit loh. Menu sarapan yang baik ini juga tidak membuat perut...