Tips Membuat Menu Makanan Hemat Seminggu-ilustrasi food preparation untuk menu makanan seminggu-freepik
RADARPEKALONGANDISWAY.ID - Buat kamu para ibu rumah tangga, nggak perlu pusing lagi untuk membuat menu makanan untuk keluarga yang hemat untuk seminggu. Yuk intip beberapa tips membuat menu makanan hemat seminggu yang bisa moms ikuti biar uang belanja tetap aman dan nggak boncos pengeluaran.
Langsung aja kita simak tips membuat menu makanan hemat seminggu versi Radar Pekalongan Disway. Dijamin uang belanja tetap aman dan ibu juga tetep bisa menabung dengan sisa uang belanjaan deh.
Tips membuat menu makanan hemat seminggu yang pertama yaitu kamu bisa menyusun menu makanan selama seminggu terlabih dahulu. Hal ini dimaksutkan agar dapat menghemat waktu saat memasak.
Sertakan budget makan harian atau pembelian bahan-bahan masakan, sehingga budget tidak membengkak. Penyusunan menu makanan meliputi makan pagi atau sarapan, makan siang, serta makan malam.
Jangan lupa untuk membuat menu lauk pauk dan cemilan agar kebutuhan gizi keluarga juga tetap terpenuhi.
2. Belanja untuk Satu Minggu Sekaligus
Tips membuat menu makanan hemat seminggu yang kedua yaitu kamu bisa belanja untuk kebutuhan memasak selama satu minggu sekaligus.
Keterbatasan waktu belanja memang seringkali menjadi kendala untuk mempersiapkan menu masakan yang praktis.
Oleh karena itu, kamu bisa berbelanja untuk satu minggu sekaligus agar tidak perlu berkali-kali ke pusat perbelanjaan yang tentunya akan memakan banyak waktu dan akan merembet ke barang-barang yang hanya membuatmu lapar mata.
Jika membeli semua kebutuhan selama satu minggu, terapkan pula metode food preparation. Hal ini juga bisa membantu kamu untuk lebih detil lagi dalam menulis berbagai bahan makanan yang dibutuhkan untuk memasak selama satu minggu kedepan.
Nggak Bikin Uang Belanja Boncos! Tips Membuat Menu Makanan Hemat Seminggu, Nomor 3 Jangan Sampai Kelupaan - radarpekalongan.disway.id - Radar Pekalongan Disway Read More
JAKARTA (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta pemerintah daerah memikirkan penyediaan menu makanan untuk mencegah stunting dalam Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tetap sesuai dengan standar gizi dengan berbasis kearifan lokal masing-masing.
"Menurut saya kita dorong makanan tambahan berbasis kearifan lokal. Enggak usah paksa harus seragam apalagi pakai nugget, pakai tahu yang kemudian di dalamnya dikasih nugget itu saya kira enggak bener," kata dia setelah menghadiri seminar bertajuk "Bersama Cegah Silent Pandemic Resistansi Antimikroba" di Jakarta, Senin.
Meskipun saat ini pemerintah daerah leluasa menentukan menu dalam program itu, katanya, mereka harus tetap memikirkan menu PMT yang sesuai standar gizi dengan berbasis kearifan lokal.
Dia mencontohkan tentang makanan berbasis kearifan lokal di daerah dengan usaha peternakan ayam yang cukup banyak sehingga daging ayam dan telur bisa digunakan sebagai bahan makanan PMT.
Ia menjelaskan tentang menu makanan dengan gizi seimbang, antara lain harus memenuhi syarat karbohidrat, protein hewani, vitamin, dan mineral.
"Program ini untuk meningkatkan atau menambah mereka yang mengalami gizi kurang, terutama mereka yang sedang hamil, ibu hamil, dan anak di bawah dua tahun," katanya.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah dan jajaran agar menggunakan anggaran untuk Program PMT dengan baik. Pemerintah pusat telah menyediakan alokasi untuk APBD dan Dana Desa guna program penanganan stunting.
"Terutama APBD dan Dana Desa, itu bisa digunakan bersama. Jadi dana daerah dan Dana Desa bisa digunakan bersama-sama," ujarnya.
Pemerintah memiliki target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024 untuk kepentingan jangka panjang menyiapkan generasi emas pada 2045.
"Saya minta betul kepada semua ya, semua kepala daerah tak main-main dengan penyediaan makanan tambahan ini, untuk penanganan stunting karena ini berkaitan target Pak Presiden yang 14 persen, kemudian juga jangka panjang menyiapkan generasi emas 2045," katanya.
Pada kesempatan itu, ia mengemukakan pentingnya Pemerintah Kota Depok melakukan perbaikan terkait dengan penyediaan menu PMT agar memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang.
"Karena makanan tambahan harus memenuhi syarat karbohidrat, protein hewani, vitamin, mineral, harus betul-betul syarat cukup," katanya.
Ia juga mengatakan tentang distribusi pelaksanaan program itu yang bisa diserahkan kepada masing-masing desa, sedangkan penyediaan menu secara bervariasi bisa melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga.
Promo bundling menu di atas bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 32.000-an per menu. Seluruh diskon akan secara otomatis didapatkan pada saat checkout dengan mengklaim voucher terlebih dahulu.
Syarat & Ketentuan yang berlaku di Promo Gokana Weekend Deals, yaitu:
Promo khusus di hari Sabtu & Minggu selama bulan November 2023
Hadir mulai hari ini (16/11/2023), Gokana menyediakan GRATIS menu ataupun voucher setiap hari!
Kini para pecinta makanan ala Jepang bisa menikmati gratis 1 menu / voucher setiap hari hanya dengan melakukan pembelian minimal dengan harga tertentu.
Cukup lakukan transaksi minimal Rp 100.000 / Rp 200.000 / Rp 300.000 sebelum pajak, maka akan mendapatkan voucher nominal / free menu yang tercetak langsung di bawah struk transaksi secara acak!
Promo Gokana “gratis menu atau voucher” ini tersedia selama periode promo:
16 November – 31 Desember 2023: di outlet Jabodetabek & Bandung
16 November – 31 Desember 2023: berlaku Nasional di seluruh cabang
Adapun syarat & ketentuan yang berlaku:
Promo tidak berlaku kelipatan. Sebanyak 1 transaksi hanya mendapatkan 1 voucher sesuai minimal pembelian
Bawa & Tukarkan struk voucher milikmu ke Gokana cabang mana saja.
Penggunaan voucher tidak dapat digabung dengan promo jenis lainnya
Voucher dapat digunakan setiap hari sesuai masa berlaku yang tercetak pada struk
Langsung mampir ke outlet Gokana terdekat di kotamu untuk bisa menikmati Promo Gokana “Weekend Deals” maupun “Gratis 1 Menu/Voucher” edisi bulan ini.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menanggapi soal menu makanan tambahan cegah stunting di Depok yang jadi sorotan. Muhadjir menilai, menu dalam program makanan tambahan itu tidak layak.
Muhadjir mulanya tak menyoal soal masalah pendistribusian atau stoples yang dipakai untuk menu stunting itu. Dia mengatakan terpenting dalam program pencegahan stunting yakni kandungan gizinya.
"Saya tidak mempersoalkan soal distribusi dan seterusnya, tapi pantas tidak, itu memang betul-betul layak nggak program makanan tambahan yang diberikan kepada anak maupun ibu yang sedang menyusui itu," kata Muhadjir, usai hadiri seminar 'Bersama Cegah Silent Pandemic Resistansi Antimikroba', di Jakarta, Senin (20/11/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhadjir pun mengimbau agar anggaran program stunting tidak habis dipakai untuk pendistribusian ke warga. Dia mengatakan distribusi bisa diserahkan ke masing-masing desa.
Selain itu, lanjut Muhadjir, agar makanan untuk program stunting terpenuhi gizinya bisa dimasak oleh penggerak PKK. Dia mengatakan menu stunting bisa bervariasi.
"Program ini untuk meningkatkan atau menambah mereka yang mengalami gizi kurang, terutama mereka yang sedang hamil, ibu hamil dan anak di bawah 2 tahun. Menurut saya itu tidak usah dikoordinasi sampai tingkat kabupaten/kota kalau itu membebani biaya. Kan bisa diserahkan kepada ketua penggerak PKK, istri Kepala Kelurahan, istri Kepala Desa, untuk memasakan sehingga lebih bisa dipertanggungjawabkan," paparnya.
Muhadjir pun sudah mengetahui perihal menu stunting di Depok. Menurutnya, makanan tambahan yang disediakan tidak layak.
"Jadi masalahnya adalah saya belum melihat potensi untuk diteliti.. tapi kalau saya baca dari penjelasan wartawan, itu sangat tidak layak untuk makanan tambahan. Karena makanan tambahan itu harus memenuhi syarat dan karbohidrat, protein hewani, vitamin, mineral, harus betul-betul memenuhi syarat cukup, terutama yang saya lihat dari sisi penyediaan protein hewaninya yang kurang," katanya.
Muhadjir mengimbau kepada pemerintah daerah agar tidak sembarangan dalam memberikan menu makanan pada penanganan Stunting. Sebab, lanjut dia, hal itu berkaitan dengan target Pemerintah dalam penurunan stunting 14 persen pada tahun 2024.
"Dan saya minta betul kepada semua ya, semua kepala daerah tak main-main dengan penyediaan makanan tambahan ini untuk penanganan stunting ini karena ini berkaitan target Pak Presiden yang 14 persen, kemudian juga jangka panjang menyiapkan generasi emas 2045. Mereka yang sekarang baru lahir atau umur 3 tahun kan nanti di tahun 2045 itu sekitar 23 tahun. Berarti memang mereka dibutuhkan tenaganya ke depan untuk mengisi Indonesia pasca 2045 itu," pungkasnya.
DEPOK,KOMPAS.com - Program pemberian makanan tambahan (PMT) Kota Depok, Jawa Barat menuai polemik.
Pasalnya, makanan yang diberikan di dalam program yang semestinya diperuntukkan bagi anak-anak guna mencega stunting, jauh dari layak. Padahal, anggaran program itu mencapai Rp 4,9 miliar.
Sebagai contoh, pada foto pertama yang beredar di Instagram @depok24jam, menu makanan pada hari pertama hanyalah berupa nasi putih yang dibungkus wadah bening serta kuah sup yang dibungkus plastik.
Sementara menu pada foto berikutnya hanya berupa tahu putih dan sawi yang diberi kuah.
Komisi D DPRD Kota Depok pun telah memanggil para pihak terkait pada Jumat (17/11/2023) kemarin.
Anggota Komisi D Qonita Lutfiah menyoroti penggunaan anggaran oleh Dinkes Depok dalam program tersebut.
"Warga yang datang banyak mengeluhkan, anaknya enggak mau makan menu yang diberikan. Maka itu sebaiknya kita beri lah yang selayaknya, harusnya komposisi juga lebih diutamakan," kata Qonita.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah output program, kesesuaian paket makanan yang disajikan dengan anggaran Rp 18.000 hingga anggaran pengadaan wadah untuk kemasan PMT.
Anggota Komisi D lainnya, Babai Suhaimi justru mencecar soal penggunaan toples untuk membungkus makanan yang diberikan. Pasalnya, anggaran pengadaan untuk satu toples mencapai Rp 21.000.
Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Anggota DPRD Depok Babai Suhaimi menunjukkan toples wadah menu PMT, di ruang rapat paripurna DPRD Depok, Jumat (17/11/2023).
"Ibu (Kadinkes Depok Mary Liziawati) jelaskan yang membuat ibu berinisiatif untuk memberikan toples ini?" tanya Babai ke Kadinkes Depok.
Tak hanya soal anggaran dan menu makanan, hal lain yang menggelitik para anggota legislatif itu adalah stiker bergambar Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, yang ditempel pada tutup toples.
Padahal, menurut Babai, program PMT itu menggunakan anggaran pusat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bukan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok.
Sementara Qonita menyoroti para kader puskesmas yang menggunakan warna pakaian yang identik dengan parpol tertentu ketika membagikan menu tersebut kepada masyarakat.
"Banyak sekali foto-foto kader yang menyerahkan menu PMT ini mengenakan afiliasi salah satu partai politik," kata Qonita.
"Yang kita tahu beberapa kali di paripurna antara Pak Wali, Pak Wakil, dan DPRD sangat menjaga kondusifitas Kota Depok dalam menghadapi pemilu. Percikan-percikan ini jangan sampai mengundang hal-hal yang tidak kita inginkan," imbuh Qonita.
Dalih Dinkes Depok
Mary menjelaskan, kemasan atau toples yang digunakan untuk membungkus menu makanan stunting bagi anak-anak itu disediakan oleh pihak ketiga, dalam hal ini wirausaha bersama (WUB), yang menyediakan program PMT.
Ia pun berdalih bahwa pemasangan stiker berwajah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok lantaran kegiatan ini dilaksanakan serentak se-Kota Depok.
"Kami menginginkan kegiatan yang serentak ini bisa sama di semua wilayah Kota Depok. Kemudian sebagai tanda bahwa ini adalah tanda pemkot kita memberikan sticker," kata Mary.
Ia pun enggan mengganti stiker bergambar Idris dan Imam tersebut. Sebab, menurutnya, hal itu akan berimplikasi terhadap penambahan biaya lain untuk pengadaan stiker baru.
"Ini kan berarti menambah cost lagi ya nanti, kan kita tidak ingin menambah cost di luar bahan makanan," ujar dia.
Sebagai solusi, stiker berwajah Idris dan Imam akan dilepas.
"Menurut saya kalau kita tidak pakai stiker, ya sudah tidak ada penambahan stiker. Tapi melalui petugas gizi di puskesmas nanti diinformasikan kepada yang mendistribusikan," kata Mary.
Selain itu, Dinkes Depok akan mengganti vendor WUBdi Kecamatan Tapos, lantaran salah memberi menu dalam program PMT.
"Ada (yang diputus kontrak) di Tapos," kata Mary.
KOMPAS.com/WASTI SAMARIA SIMANGUNSONG Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati usai rapat paripurna DPRD Kota Depok, Jumat (17/11/2023).
Mary menyebut, Dinkes Depok pun mengevaluasi terkait pemilihan vendor yang garap program PMT menu penanganan stunting.
"Ya mereka kan ketidaksesuaian menu hari pertama. Jadi akhirnya dievaluasi, dirasa belum memenuhi ketentuan yang ada," ungkap Mary.
Seharusnya, kata Mary, hari pertama adalah waktu untuk penyajian menu kudapan. Namun, vendor itu malah memberikan nasi dan sayur sop.
"Sebenarnya nasi dengan tahu memenuhi, tapi karena hari itu seharusnya kudapan, tapi yang disiapkan nasi dan sayur sop. Sekarang sudah berganti WUB," ucap Mary.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Foto pertama menampilkan menu berupa dua porsi makaroni schotel dalam cup kecil, lalu terdapat pula dua buah tahu kukus isi telur puyuh. Selain itu disediakan pula satu cup besar jagung susu keju, perkedel bola dua buah, dan satu cup puding cokelat.
Anggota komisi D DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi, turut menyoroti hal ini. Ia mengatakan ada yang perlu dibenahi dalam program PMT lokal yang dilakukan Pemerintah Kota Depok. Pihaknya pun menyorot pembelian toples sebagai wadah yang nilainya diduga mengurangi harga menu tiap paketnya.
“Apakah karena toples yang nilainya signifikan lantas mengurangi nilai gizi, kita belum sampai ke sana,” kata Babai kepada wartawan, Jumat (17/11).